Tukang hingga Teknisi Beton Kini Bersertifikat, Indocement Perkuat Kompetensi Pekerja Konstruksi
slider_31.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 205 tenaga konstruksi, baik tukang hingga teknisi laboratorium beton, mendapat pelatihan dan sertifikasi yang difasilitasi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sepanjang semester I-2026. Direktur Indocement, Troy Dartojo Soputro, mengatakan pihaknya mendukung peningkatan kompetensi tenaga konstruksi di Indonesia melalui pelaksanaan program pelatihan dan sertifikasi.

“Bagi Indocement, dukungan terhadap sertifikasi tenaga konstruksi bukan hanya kegiatan pemasaran, melainkan upaya membangun ekosistem konstruksi yang semakin kompeten, produktif, dan berstandar,” ujar Troy Dartojo Soputro lewat keterangan pers, Rabu (19/8/2026). Setelah pada 2025 memfasilitasi sertifikasi bagi 300 tenaga kerja konstruksi, pada semester I-2026 Indocement kembali memberikan pelatihan dan sertifikasi bagi 205 tenaga kerja konstruksi di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut merupakan komitmen perseroan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor konstruksi, sekaligus mendorong penerapan praktik kerja yang sesuai standar di lapangan.

Rincian pelatihan dan sertifikasi diberikan kepada 23 kepala tukang bangunan gedung yang berkolaborasi dengan Dinas Cipta Karya DKI pada 19 sampai 20 Mei 2026 di Jakarta. Lalu, 23 pengawas konstruksi bangunan gedung yang berkolaborasi dengan Dinas PU Kabupaten Sumedang dan dewan pengurus pondok pesantren pada 19 Mei 2026 di Sumedang, Jawa Barat. Serta 21 mandor konstruksi bangunan gedung yang berkolaborasi dengan Dinas Cipta Karya DKI dan kontraktor Lifetime Design pada 27 sampai 28 Juli 2026 di Jakarta.

Selain itu, Indocement juga memfasilitasi pelatihan dan sertifikasi bagi 41 teknisi laboratorium beton yang berkolaborasi dengan Dinas PU Kota Banjar pada 29 Juli 2026 di Kota Banjar, Jawa Barat, serta 97 Tukang Pasang Bata yang berkolaborasi dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta dan Komisi V DPR RI pada 29 sampai 30 Juli 2026 di Purwakarta, Jawa Barat.

“Melalui Semen Tiga Roda, kami ingin memastikan para tenaga konstruksi memperoleh akses pada pengetahuan teknis, praktik aplikasi yang tepat, serta pemahaman terhadap material berkualitas, sehingga hasil pembangunan di Indonesia dapat semakin kokoh, aman, dan berkelanjutan,” paparnya. Pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi dilakukan oleh instruktur dari tim Technical Engineer Semen Tiga Roda yang telah memiliki sertifikat instruktur dari BNSP. Materi pelatihan mencakup pengenalan material berkualitas, meliputi semen, mortar, dan beton, aplikasi produk, penanganan masalah teknis di lapangan, serta berbagai tips praktis untuk mendukung kualitas pekerjaan konstruksi. Dukungan terhadap peningkatan kompetensi tenaga konstruksi ini sejalan dengan berbagai inisiatif Indocement di bidang pemasaran dan pengembangan ekosistem pelanggan.

Melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini, Indocement berharap dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi tenaga konstruksi, mendorong pemahaman teknis yang lebih baik terhadap aplikasi produk, serta memperkuat kepercayaan para pelaku konstruksi terhadap produk Indocement.

Sumber:

https://money.kompas.com/read/2026/08/19/184624026/tukang-hingga-teknisi-beton-kini-bersertifikat-indocement-perkuat-kompetensi.