BANDUNG — Pasca menggelar pelatihan bagi staf Badan Pengurus Cabang
(BPC) Gapensi se-Jawa Barat, rangkaian kegiatan ditutup dengan gathering
di Green Hill Park, Ciwidey, Rabu, 27 Agustus 2026.
Bukan sekadar acara kumpul-kumpul, gathering ini dijadikan momentum
untuk mengencangkan kembali barisan Gapensi Jawa Barat di tengah dunia
usaha jasa konstruksi yang semakin keras dan penuh tekanan.
BeritaInternasional Ketua Umum Gapensi Jawa Barat, H. Asep Slamet, menegaskan BPC tidak boleh hanya menjadi mesin administrasi organisasi. BPC, lanjutnya, adalah ujung tombak yang menentukan kuat atau lemahnya pelayanan Gapensi hingga tingkat kabupaten dan kota. Asep bahkan mengakui perjalanan organisasi tidak selalu mulus.
Di tengah tantangan keanggotaan secara nasional, sempat muncul kekhawatiran Gapensi akan sulit berkembang, bahkan terancam stagnan. Namun, dedikasi staf BPC Jawa Barat disebut menjadi salah satu penopang utama organisasi hingga tetap bertahan sebagai daerah dengan jumlah anggota terbesar di tingkat nasional. “Berkat teman-teman staf BPC Jawa Barat yang merasa memiliki Gapensi dan punya kewajiban melayani anggota, Gapensi tetap bertahan. Alhamdulillah, Gapensi Jawa Barat masih ranking pertama secara keanggotaan di tingkat nasional,” ujar Asep.
Karena itu, ia meminta seluruh staf BPC menaikkan standar pelayanan.
Tidak cukup hanya mengurus surat-menyurat dan administrasi internal,
tetapi harus aktif membantu pelaku usaha jasa konstruksi, terutama dalam
pelayanan Sertifikat Badan Usaha (SBU) dan Sertifikat Kompetensi Kerja
(SKK).
Sumber:
Komantar Terakhir
Tommy Utama
Programmer
Dewi Safitriir