<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS Aspeknas</title> 
				<description></description>
				<link>https://aspeknas.com</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Aspal Baru, Perjalanan Lebih Nyaman di Jembatan Situnggak A</title>
						                <link>http://localhost/aspeknas/berita/detail/aspal-baru-perjalanan-lebih-nyaman-di-jembatan-situnggak-a</link>
						                <description>Cirebon,
 26 Agustus 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pejabat 
Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi Jawa Barat tengah melaksanakan 
pekerjaan pemeliharaan berkala pada Jembatan Situnggak A, Kabupaten 
Cirebon sebagai upaya menjaga kondisi infrastruktur jalan dan jembatan 
agar tetap aman, nyaman, dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Pekerjaan diawali dengan pelapisan aspal menggunakan AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course)
 pada bagian oprit atau jalan penghubung menuju jembatan. Pekerjaan ini 
dilakukan untuk memperbaiki elevasi memanjang serta membentuk transisi 
yang lebih baik antara badan jalan dan struktur jembatan, sehingga 
kendaraan dapat melintas dengan lebih nyaman dan tidak mengalami 
perubahan permukaan yang bergelombang.

Setelah elevasi dan permukaan oprit diperoleh secara merata, pekerjaan dilanjutkan dengan pelapisan AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course)
 pada bagian oprit hingga menyelimuti seluruh lantai jembatan. Sebagai 
lapisan permukaan akhir, AC-WC berfungsi memberikan ketahanan terhadap 
gesekan dan beban lalu lintas sekaligus meningkatkan kualitas dan 
kenyamanan permukaan perkerasan.

PPK
 1.3 Provinsi Jawa Barat, Ir. Rendra Yudhi Agustian, S.T., M.T., 
menyampaikan bahwa pemeliharaan berkala Jembatan Situnggak A merupakan 
bagian dari komitmen Kementerian PU dalam menjaga kemantapan jalan dan 
jembatan serta memberikan pelayanan infrastruktur yang aman dan nyaman 
bagi masyarakat.

“Melalui
 pekerjaan ini, kami berupaya memastikan kondisi permukaan dan transisi 
pada Jembatan Situnggak A menjadi lebih baik, sehingga dapat memberikan 
kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan. Selama pekerjaan 
berlangsung, kami mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan, 
menjaga jarak aman, dan tetap mematuhi rambu serta arahan petugas di 
lapangan,” ujar Rendra.

Pemeliharaan
 berkala Jembatan Situnggak A diharapkan dapat mempertahankan kondisi 
layanan jembatan dan memperpanjang umur pelayanan konstruksi, sekaligus 
mendukung kelancaran arus lalu lintas dan konektivitas antarwilayah. 
Kementerian Pekerjaan Umum terus berkomitmen menjaga kualitas 
infrastruktur jalan nasional melalui penanganan dan pemeliharaan yang 
dilakukan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat merasakan 
manfaat infrastruktur yang aman, nyaman, dan andal dalam mendukung 
aktivitas sehari-hari.Sumber: https://binamarga.pu.go.id/balai-dki-jabar/berita/aspal-baru-perjalanan-lebih-nyaman-di-jembatan-situnggak-a</description>
					                </item><item>
						                <title>Jembatan Gantung 80 Meter Buka Akses Warga</title>
						                <link>http://localhost/aspeknas/berita/detail/jembatan-gantung-80-meter-buka-akses-warga</link>
						                <description>PORTALJABAR, KAB. BEKASI - Pembangunan
 jembatan gantung sepanjang 80 meter di Kampung Cilodong, Desa 
Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, menjadi upaya untuk 
mendukung mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.Plt.
 Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja mengatakan, pembangunan 
infrastruktur tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi 
masyarakat, khususnya dalam memudahkan akses yang sebelumnya terkendala 
kondisi wilayah.“Kita melihat langsung kondisi di lapangan. Yang
 paling penting pembangunan ini bisa memberikan manfaat dan memudahkan 
masyarakat dalam beraktivitas,” ujar Asep saat meninjau lokasi, Senin 
(10/8/2026).Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu 
diarahkan pada kebutuhan masyarakat sehingga keberadaannya tidak hanya 
menjadi penghubung antarkawasan, tetapi juga mampu mendukung aktivitas 
warga.“Dengan adanya pembangunan ini, kita berharap akses 
masyarakat semakin mudah dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh 
warga,” katanya.Sementara itu, Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, 
Letkol Inf. Michael Ronald Simbolon mengatakan, pembangunan jembatan 
tersebut dikerjakan hampir selama dua bulan dengan melibatkan prajurit 
TNI Angkatan Darat bersama masyarakat setempat.“Jembatan ini 
panjangnya 80 meter dan menjadi salah satu yang terpanjang di Kabupaten 
Bekasi. Proses pengerjaannya hampir dua bulan dengan melibatkan prajurit
 TNI Angkatan Darat bersama masyarakat,” ujar Michael.
Keberadaan jembatan menjadi solusi bagi warga yang sebelumnya harus 
melewati aliran air dan menghadapi kendala ketika hujan maupun terjadi 
banjir, termasuk saat membawa hasil pertanian.“Selama ini 
masyarakat mengeluhkan akses karena harus melewati aliran air dan kadang
 banjir, termasuk ketika membawa hasil pertanian. Jadi kita memberikan 
bantuan melalui program ini,” katanya.Selain jembatan, 
pembangunan di lokasi tersebut turut memberikan manfaat lain setelah 
ditemukan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.“Alhamdulillah
 di titik pembangunan ini kita menemukan titik air. Karena daerah 
Cibarusah identik dengan persawahan dan ketika kemarau air cukup sulit, 
air ini kita manfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya.Sumber air 
tersebut kemudian turut didukung dengan pembangunan fasilitas MCK 
sebagai bagian dari pemanfaatan sarana yang tersedia untuk kebutuhan 
warga sekitar.“Kita juga membangun MCK. Mungkin ini menjadi perhatian karena air yang ditemukan bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” katanya.Michael
 menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari program 
pembangunan jembatan yang mencakup beberapa jenis konstruksi di 
Kabupaten Bekasi.“Untuk di Kabupaten Bekasi ada tiga jenis 
jembatan, yaitu jembatan gantung, jembatan beton, dan jembatan Aramco. 
Yang sudah terbangun masing-masing enam unit jembatan gantung, enam unit
 jembatan beton, dan delapan unit jembatan Aramco,” tuturnya.Pembangunan
 jembatan yang melibatkan masyarakat secara langsung tersebut diharapkan
 dapat memperkuat akses warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi 
masyarakat, terutama mobilitas hasil pertanian.“Proses 
pengerjaannya kita lakukan bersama masyarakat, karena masyarakat yang 
selama ini merasakan langsung kesulitan akses di lokasi ini,” katanya.Sumber:https://jabarprov.go.id/berita/jembatan-gantung-80-meter-buka-akses-warga-di-kampung-cilodong-cibarusah-25051</description>
					                </item><item>
						                <title>Risiko Kecelakaan Tinggi</title>
						                <link>http://localhost/aspeknas/berita/detail/risiko-kecelakaan-tinggi</link>
						                <description>JABARNEWS | DEPOK – Risiko kecelakaan kerja yang 
dihadapi pekerja konstruksi membuat perlindungan Jaminan Sosial 
Ketenagakerjaan (Jamsostek) perlu dipastikan sejak proyek dimulai.
Perlindungan ini tidak hanya memberi kepastian bagi pekerja, tetapi juga bagi keluarganya ketika risiko terjadi.Pekerjaan konstruksi memiliki sejumlah potensi bahaya di lapangan. 
Risiko tersebut antara lain muncul saat bekerja di ketinggian, 
menggunakan alat berat, melakukan pekerjaan kelistrikan hingga 
memindahkan material.Untuk menghadapi risiko tersebut, BPJS Ketenagakerjaan memberikan 
perlindungan bagi pekerja sektor jasa konstruksi melalui program Jaminan
 Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).Perlindungan itu juga mencakup pekerja harian lepas, borongan maupun musiman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Sumber:https://www.jabarnews.com/advertorial/risiko-kecelakaan-pekerja-konstruksi-jamsostek/</description>
					                </item></channel>
  	</rss>